Trypophobia adalah Phobia Serius? Simak Berbagai Penjelasannya Ini

Trypophobia adalah salah satu jenis phobia atau rasa takut terhadap kumpulan lubang ataupun benjolan yang memiliki pola saling berdekatan. Dilansir doktersehat.com, trypophobia ini memang belum dikenal luas dalam DSM-V (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders). Terlepas dari itu semua, para psikolog dan ilmuwan sudah mengakui eksitensi jenis fobia tersebut.

Penyebab Trypophobia

Pada umumnya, orang yang mengalami gangguan rasa takut ini dipicu oleh gambar-gambar tertentu yang berasal dari kelompok kecil, seperti lubang kecil, busa, rongga kecil berkerumun, sampai sarang lebah. Berbagai benda di alam juga bisa memicunya, seperti karang laut, buah delima, stroberi, pori-pori buah, kacang polong, kelompok telur serangga, dan kelompok mata seperti pada serangga.

Menanggapi hal tersebut, para psikolog memang membenarkan sementara terus dilakukan penelitian mengenai penyebabnya yang lebih ilmiah oleh para peneliti dan ilmuwan. Beberapa ahli mempercayai bahwa ciri khas DNA manusia memang pada dasarnya tidak menyukai struktur ataupun pola yang berulang. Hal ini menjadi salah satu alasan di balik adanya gejala trypophobia.

Pendapat lain juga mengatakan bahwa trypophobia adalah kasus yang terjadi akibat naluri manusia yang secara alamiah melindungi diri dari berbagai hal yang menurutnya berbahaya. Faktor lain yang bisa menjadi faktor pemicunya adalah adanya pengalaman masa lalu atau pembelajaran tentang suatu kondisi terciptanya klaster lubang atau tentang binatang menjijikkan yang berbahaya.

Gejala yang Dialami Penderita Trypophobia

Perasaan takut yang timbul dari dalam diri memang mempunyai berbagai faktor. Sama halnya dengan trypophobia yang disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari pengalaman atas suatu hal sampai karena pendidikan atau pembelajaran tentang suatu hal yang melibatkan klaster atau lubang sampai rongga. Dalam hal ini, gejala orang yang mengalaminya bisa dikenali.

Ketika seseorang melihat suatu hal yang memang berlubang atau berongga dan ia merasa jijik, itulah gejala awal seseorang mempunyai phobia. Gejala trypophobia berikutnya adalah merinding, geli, kulit gatal, berkeringat, panik, dan terakhir sampai mengalami mual. Gejala yang dialami setiap orang yang mempunyai phobia ini memang tidak selalu sama persis. Akan tetapi, gejala yang ditimbulkan adalah seputar reaksi tersebut. Jika phobia semakin parah, maka gejala yang ditimbulkan semakin parah atau kompleks.

Pengobatan Penderita Trypophobia

Sebenarnya, trypophobia bukanlah suatu hal yang aneh ataupun berbahaya. Akan tetapi, ketakutannya pada sesuatu hal akan membuatnya tidak rileks ketika bereaksi saat melihat sumber phobia. Untuk itu, diperlukan penanganan untuk penderita.

Pengobatan yang bisa dilakukan penderita trypophobia adalah melakukan terapi pemaparan yaitu sebuah teknik terapi yang menganjurkan pengidap phobia diperlihatkan hal atau situasi yang ditakutinya. Dalam menghadapi ketakutannya tersebut, pengidap fobia tetap ditemani terapis.

Terapis akan mengajak pengidap fobia berdiskusi tentang perasaan-perasaan serta kecemasan yang dialami saat berhadapan dengan fobianya. Hal ini dilakukan untuk menggali pemicu dan penyebab fobia, sehingga terapis dapat merumuskan cara mengatasi fobianya. Tentu saja situasi ataupun benda tersebut hanyalah berupa ilustrasi yang semakin lama menjadi nyata seiring peningkatan kesembuhan yang dialami pengidap.

Dalam situasi tertentu, pengidap fobia akan diberikan obat-obatan tertentu demi mengurangi gejala kecemasan dan paniknya yang tentu saja disesuaikan dengan pemeriksaan lebih lanjut dari tim medis. Selain pemberian obat medis dan juga terapi pemaparan ini, terapi trypophobia yang disarankan adalah melakukan aktivitas rutin agar mengalihkan pikirannya dari ketakutan serta kecemasannya itu.

Aktivitas yang disarankan adalah kegiatan yang dapat memicu relaksasi, di antaranya adalah yoga, olahraga lari, atau zumba. Selain sehat, aktivitas tersebut menimbulkan sensasi menenangkan bagi tubuh dan pikiran pengidap fobia. Kegiatan mengembangkan hobi yang terkait dengan seni juga dianjurkan karena memicu relaksasi.

 

Sumber artikel:

doktersehat.com

www.honestdocs.id

www.halodoc.com

 

Sumber gambar:

www.gadis.co.id

sahabatnesia.com

 

Kesehatan
Read More